Big Why Ngeblog - "Kenapa Sih Aku Mau Nulis di Blog?"

Cover Big Why

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hallo teman-teman. Nah, kali ini aku mau berbagi sambil sedikit cerita nih.
Beberapa waktu lalu ikut diskusi bersama di grup Blogspedia Coaching For Newbie bersama Bunda Marita Ningtyas. Salah satu isi diskusinya adalah tentang 
Big Why Ngeblog dan kenapa harus punya alasan kuat buat nulis.

The Big Why Ngeblog Ala Ra

Dulu, awalnya aku pikir blogging atau jadi blogger itu cuma sekedar tentang ‘bisa cari duit’. Pandangan itu bermula ketika aku melihat salah satu kawanku yang memang juga seorang blogger. Memang sih menulis di blog juga banyak peluang untuk bisa jadi penghasilan, berasa enak gitu bisa bekerja sesuai hobi plus bisa dapat uang juga wkwk. Namun, dibalik itu semua memang ternyata banyak pengalaman dan jalan terjal yang harus dilalui meskipun aku belum merasakan jalan terjal itu, tapi lewat diskusi dan berbagi pengalaman dengan orang-orang di bidangnya pasti mereka memiliki banyak perjuangan dan  pengorbanan yang dilakukan dalam menuju kesuksesan itu.

So, setelah melalui beberapa diskusi dan mendapat secercah ilmu awal dari grup coaching ini aku mulai menemukan beberapa hal dasar yang harus ditanamkan saat menulis . Ya, memang segala hal itu diawali dengan niat, tentunya niat yang baik dan ikhlas. Lalu kenapa sih harus di blog? Sejauh ini, melalui blog memang semua orang bisa mengakses dan membaca, juga kita bebas untuk mengotak-atik dekorasi blog yang kita punya sesuai yang kita mau sehingga bisa lebih berkreasi sesuai diri kita.

Tentang niat. Ternyata niat memang harus kuat dan jelas karena nantinya akan menjadi pondasi kita selama menjalani suatu kegiatan. Banyak orang berkata, “Niat yang murni dan ikhlas, pasti hal-hal lain akan mengikutinya” serta “Kamu akan mendapatkan sesuai apa yang kamu niatkan dan tujukan di awal”. Jadi, kalau yang kita inginkan di awal adalah untuk mendapat uang, ya hanya uang saja yang akan kita dapat nantinya. Ini pun berlaku dalam segala hal. 

Sampai setiap kali berada di tengah perjalanan mengerjakan sesuatu, yang selalu aku ingat untuk dievaluasi dan ditanyakan pada diri sendiri adalah “Niatku itu apa sih? Kamu maunya apa? Tujuanmu mau apa?” dari situlah kita harus meluruskan niat kita, semuanya harus dikembalikan pada niat awal. Sehingga dengan demikian langkah kita akan semakin terarah dan semangat akan terbakar lagi.

Ya, setelah dipikir dan dirasakan memang menulis bisa menjadi salah satu jalan untuk self healing selain bercerita ke orang lain. Karena terkadangpun orang yang suka bercerita dan mudah bergaul tidak selalu bisa mudah untuk menceritakan apa yang sedang dipikirkan dan dirasakannya. Sehingga, menulis bisa menjadi salah satu alternatif. 

Menurutku, menulis tentang apa yang dirasakan atau curhat itu juga tidak sepenuhnya berarti galau atau sedang menye loh ya , tapi justru dengan bercerita lewat tulisan itulah kita bisa menuangkan apa yang kita rasakan dengan dibarengi bahasa yang baik. Selain itu siapa tahu ada pembaca yang sedang merasakan hal yang sama sehingga kita bisa merasa ‘punya teman’, saling memberikan solusi dan saling memberi dukungan.

Dengan menulis blog inilah harapan untuk diriku sendiri bisa menjadi suatu tempat untuk menuliskan pendapat dan berbagi cerita karena terkadang tak semua cerita bisa dibagi dengan lisan. Pun bisa sebagai wadah untuk mengemukakan hasil diskusi dan pengalaman kita. Karena terkadang kita hanya berdiskusi dengan beberapa orang saja namun hanya sebatas sampai di lisan. 

Nah, ini juga jadi salah satu tujuan aku menulis di blog yaitu “mengikat ilmu dan memori”, begitu kata Bund Marita hehe. Istilahnya sebagai pengingat “Oo.. ternyata aku dulu pernah berdiskusi tentang ini, ternyata aku pernah berpikir atau menggagas tentang ini. Wah, dulu ternyata aku pernah berpandangan seperti ini tentang itu”. Atau mungkin suatu saat dengan adanya pengingat berupa tulisan inilah kita mendapat ide lainnya yang lebih berkembang dan mendapat kawan diskusi yang lebih beragam. Juga siapa tahu ide-ide dan gagasan yang dulu pernah dibicarakan dan ditulis akan lebih berkembang suatu hari nanti.

Menuliskan beberapa pendapat orang-orang yang berdiskusi dengan kita juga tak kalah menarik. Karena pasti ada dari sekian banyak cerita yang dibagikan orang lain kepada kita ataupun tayangan kajian-kajian lain yang pernah kita dengarkan dan bisa kita ambil nilai baiknya kemudian bisa kita ceritakan melalui tulisan dan dilihat dari berbagai sisi. Tak ada salahnya jika kita membagikannya melalui tulisan kan?

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289) dan “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (Q.S Al-Isra:7)

Bukan hanya ngeblog loh, Big Why ini juga harusnya diterapkan untuk setiap kegiatan yang akan kita lakukan, apalagi kegiatan dalam jangka panjang. 

Semoga, dengan tujuan dasar awal ini, kita bisa lebih mantap dan lebih giat untuk berbagi lewat tulisan. Pun tulisan yang baik adalah yang memang ditulis dengan hati dan tulus, sehingga nantinya akan lebih bermanfaat untuk siapapun yang membacanya. Bukan cuma itu, alasan yang kuat juga nantinya akan membantu menguatkan kita kembali ketika semangat lagi turun nih guys. Jadi, yuk temukan Big Why kita masing-masing untuk setiap ketiatan yang kita lakukan!

Terus Kalo Ngeblog Udah Oke,  Tips Managemen Waktunya Gimana dong?

Nah, gimana nih managemen waktu antara ngeblog dan kegiatan lainnya jika memang sudah memutuskan untuk menulis di blog?
Kegiatan setiap orang pasti berbeda-beda, banyak, dan beragam setiap harinya. Apalagi sekarang ini rasanya satu hari 24 jam terasa kurang wkwk. Nah, berhubung diri ini masih dalam tahap menjadi mahasiswa, aku akan berbagi beberapa tips sesuai dengan keseharianku sebagai mahasiswa nih pluuss yang masih jadi newbie mau nulis di blog. Cekidooott…
  • Tentukan Waktu yang Paling Pas Buat Nulis
Berhubung diri ini juga masih newbie dalam dunia per-bloggeran wkwk, jadi menentukan waktu untuk menulis inipun juga masih dicari-cari. Nah, sebenarnya hal ini bertujuan untuk mendisiplinkan kita dalam menulis agar lebih konsisten serta lebih optimal dalam menulis. Waktu ideal masing-masing orang memang berbeda. Jadi, silakan dipilih sendiri sesuai dengan kegiatan masing-masing ya, guys.
  • Mencoba dan Berusaha untuk Sholat Di Awal Waktu.
Pak Ustadz pernah mengatakan,”Sholat on time, pasti kegiatan lainnya juga akan ikut teratur”. Memang benar, ternyata jika kita menjaga sholat kita agar tetap dilaksanakan di awal waktu serasa kegiatan lainnya juga ikut berjalan tertib dan waktu yang dimiliki terasa lebih longgar. Yaa memang terkadang ada beberapa kondisi di mana agak sulit untuk benar-benar tepat waktu, mungkin ada kegiatan yang berbenturan dan satu lagi penyebab terdahsyat adalah kemageran, astagfirullah.. 

Dirikupun juga tak luput dari rasa mager yang aduhai ini tapi di sisi lain juga selalu berusaha dan bereksperimen terhadap diri sendiri, merasakan bagaimana dampak melaksanakan sholat tepat waktu terhadap kegiatan lainnya. Jadi sampai saat inipun aku juga masih terus belajar dan berusaha agar bisa sholat di awal waktu.

Selain itu, ada seorang teman pernah mengatakan “Buatlah jadwal kegiatan dengan menyesuaikan jadwal waktu sholat, bukan jadwal sholat kita yang menyesuaikan jadwal kegiatan kita”. Untuk yang satu ini bener banget sih. Misalkan saja, kita ada rencana kegiatan di suatu tempat yang cukup membutuhkan waktu lama. Di sini kita perlu pikirkan bagaimana estimasi waktu perjalanan, agenda kegiatan dengan jam waktu sholat kita. Akan berbenturan kah? Memungkinkan tidak untuk mencari tempat sholat di tengah perjalanan? Dan sebagainya. Lalu jangan lupa hidupkan alarm adzan di handphone kita masing-masing biar ada remindernya hihihii
  • Membuat  List Kegiatan Harian  yang Harus Dikerjakan beserta Deadllinenya
Berhubung aku sendiri menyadari kalau aku ini pelupa hehe, jadi memang biasanya aku punya mini notes baik berupa buku (kadang kalau kepepet ya di kertas) ataupun ditulis pada notes di handphone untuk menulis list jadwal dan deadline yang harus dikerjakan. Di sini yang penting ditulis aja dulu, keburu lupa wkwk. 

Nah, dengan mencatat inilah kegiatan kita jadi tidak hanya diawang-awang saja dan bisa selalu diingat lalu ditandai kegiatan apa saja yang sudah dan belum dilaksanakan. Akan lebih baik lagi jika disertai estimasi waktu yang dibutuhkan, sehingga akan lebih teratur. Namun, bagiku hal ini juga tidak menjadi patokan yang sangat kaku karena kadang setiap harinya ada kegiatan atau kejadian yang tidak terduga sehingga tetap bisa fleksible jika memang realisasi estimasi waktu tidak sesuai dengan jadwal. 

Jadi pencatatan jadwal di sini berguna sebagai target harian dan untuk pengingat agar kita tidak menunda mengerjakan suatu kegiatan yang nantinnya akan berpengaruh kepada kegiatan yang lainnya.
  • Mematikan Sambungan Data/ Internet Dan Beralih Pada Kegiatan Fisik Lainnya
Di jaman seperti sekarang ini memang rasanya seolah sulit jika harus hidup tanpa internet. Handphone ketinggalan aja jadi bingung sendiri seakan meninggalkan suatu harta paling penting. Namun, tanpa kita sadari terkadang hal-hal berkaitan dengan dunia maya juga cukup mengganggu aktifitas kita di dunia nyata. Misalnya, baru saja ingin mandi atau mengerjakan tugas tiba-tiba dering notifikasi whatsapp berbunyi, nah kan malah nggak jadi mandi atau membuat tugas tapi malah chattingan sampai lupa waktu wkwk.

Sepenggal ilmu dari sekian banyak ilmu yang aku dapatkan setelah membaca buku dari Leo Babauta berjudul “The Miracle of Focus” ternyata kita memang butuh waktu juga untuk beristirahat dari dunia maya. Beristirahat di sini misal kita butuh untuk mematikan atau menonaktifkan sambungan internet di waktu-waktu tertentu sesuai dengan yang kita inginkan. Lalu selama tidak ada gangguan notifikasi itulah kita berfokus pada apa yang kita kerjakan di dunia nyata. 

Kalau gin ikan kerjaan bisa lebih cepat selesai, bisa konsentrasi, baru deh setelah itu lanjutkan lagi kegiatan di dunia maya yang belum terselesaikan, seperti membalas chat, membalas email, dan lain sebagainya.
  • Sisihkan Waktu untuk Me Time dan Refreshing
Waktu untuk refreshing ini penting juga loh, salah satunya adalah me time. Baik me time dengan diri sendiri, misalnya dengan nonton drama/film, menanam bunga, bersepeda/ olahraga sambil mendengarkan musik, dan lain sebagainya maupun me time dengan Allah, cerita sama Allah. Jadi di sini saat sholat pun juga bisa menjadi waktu me time kita. 

Kalau bagiku sendiri, kegiatan me timeku biasanya corat-coret pakai kertas dan cat air, baca buku, mendengarkan musik, makan coklat sembari nonton film/drama, jalan-jalan ke tempat yang disukai atau ke tempat random juga bisa wkwk. Satu lagi, belanja bulanan hehe, maklum anak kos. Eits, jangan salah, belanja bulanan itu punya estetika kesenangan tersendiri loh saat melakukannya, walaupun sebenarnya yang dibeli juga itu-itu aja wkwk.

Selain itu, yang tak kalah penting juga sisihkan waktu untuk menghubungi atau mengobrol bersama keluarga atau berkumpul dengan teman-teman.

Oke deh, sekian sesi berbagi cerita Big Why dan tips dari aku. Setiap orang punya tips dan trik masing-masing nih menyesuaikan dengan kebiasaan juga. Semoga bisa bermanfaat ya dan bisa saling mix and match setiap pengalaman lalu dicoba dan disesuaikan dengan diri masing-masing yaa. Selamat mencoba..
Terimakasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Comments

  1. Wah mbak suka sama ulasannya ini~~ baarakallah

    Sama mbak aku awal bikin blog juga buat curhat wahaha xD dan bener loh aku waktu males banget baca tulisan di blog yg pas semangat jadi semangat lagi

    Wah mbak bener juga yaa tetep harus ada me time, aku akhir akhir ini sering skip, jadi kadang ada perasaan nggak plong waktu mau beranjak tidur. Meski cuma scrolling market place 5menit aja gt yaak xDDDD hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhehe iya bener banget, kadang blogwalking atau baca-baca tulisan lama kita jadi tambah semangat kak, jadi tambah percaya diri lagi
      Memang sih, nggak plong waktu beranjak tidur itu nggak nyaman banget. Semoga bisa selalu ada waktu buat me time ya kak, harus diusahakan ini mah hihihii

      Delete
  2. Sama dengan aku Mba. Notif hp itu emang pengalih perhatian nomor satu. Baru au kerja eh, ada chat masuk. Niatnya cuma mau balas aja, tapi malah berakhir dengan scroll instagram. Hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naahh ini kak, sama sih aku juga masih sering begitu wkwk. Niatnya apa, eehh kebablasan, dan kalo kerjaannya belum kelar atau mundur akhirnya menyesal "lah, kenapa tadi malah mainan instagram" wkwk

      Delete
  3. PR banget memang ya untuk fokus nulis. Apalagi kalau udah ada bunyi notif dari hp, sangat mengganggu dan membuyarkan konsentrasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuull sekali kak. Semoga kita bisa berlatih untuk lebih fokus lagi ya kak. Meskipun kadang tetap bisa sih kerjain sesuatu sambil pikiran bercabang ke mana-mana tapi tidak nyaman, merasa terburu-buru wkwk

      Delete
  4. Matiin paket data itu kadang bikin nangih, karena nyaman n sepi... Hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuu, aku sudah pernah mencoba mematikan paket data selama sekian jam dan mengalihkan ke kegiatan nyata yang lainnya dan aduhai sekali sangat nyaman dan tenang. Meskipun setelah paket data hidup lagi chatnya bejibun wkwk

      Delete
  5. Kalau aku cuma aku getarin aja mbaaak... Hehehe Semangat selalu menulisnya yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bund bisa juga begitu, tapi kadang saya kalo digetar aja masih tergoda untuk cekiceki buka hp hihii. Notif di hp sungguh menggoda
      Siaapp, terimakasih Bund, semangaatt juga BundImuutt :)

      Delete
  6. Uwuwuwww calon ikih calon. Jaga semangatnya Ra❤️

    ReplyDelete
  7. Bagus tulisannya mba.. Duh maaf baru sempat baca krn mb marita share link digrup barusan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup di komentar yaa
Terimakasih sudah mampir :)