Tugu Khatulistiwa, Wisata Garis Nol Bumi

 TUGU KHATULISTIWA, WISATA GARIS NOL BUMI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hai hai guys, kita jumpa lagi nih.

Ada yang masih ingat pelajaran geografi ketika SMP atau SMA tentang garis khatulistiwa? Nah, kali ini aku kan cerita tentang pengalaman jalan-jalanku ke salah satu tempat yang limited edition di Indonesia.

Pontianak merupakan salah satu kota yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Jika dahulu kita hanya bisa meraba-rabanya saja tentang bagaimana sih garis khatulistiwa? Ini nih, salah satu bukti nyata tentang garis khatulistiwa. Yap, Tugu Khatulistiwa

tugu khatulistiwa

Bulan Maret lalu, diriku berkesempatan untuk mengunjungi ibukota Provinsi Kalimantan Barat yaitu Pontianak. Aku dan serombongan teman-temanku dari berbagai daerah bisa ikut tour keliling Kota Pontianak, nih. Emmm meski sedih juga karena kala itu bersamaan sedang heboh kasus Covid-19 yang menyebabkan ruang gerak travelling kami jadi terbatas. Tapi tak apa, alhamdulillah kami masih tetap bisa mengunjungi salah satu tempat wisata populer di kota ini dan selalu terapkan protokol kesehatan :)

Pontianak merupakan salah satu dari 12 kota di dunia yang dilintasi oleh garis khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa menjadi ikon kota Pontianak yang mana memisahkan bumi bagian utara dan selatan. Terletak tak jauh dari pusat kota, sekitar 3 km menuju arah Kota Mempwah. Tujuan wisata ini sekaligus bisa menjadi wahana edukasi bagi para wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.

Sejarah Tugu Khatulistiwa

Mengenai sejarah tugu tersebut tertulis dalam salah satu catatan yang dipajang di dalam gedung. Berikut kutipan dari isi kronologis pembangunan Tugu Khatulistiwa

kronologi pembangunan

Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa: Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indiƫ: Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut:
a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.
b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.
c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.
d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

tugu khatulistiwa dalam



Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur.

Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia.

Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di jalan Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.

Peristiwa Tanpa Bayangan

Waw, ada peristiwa mengejutkan juga loh. Ada yang tahu?

Selama ini, kita biasanya cuma bisa membayangkan saja tentang apa itu garis khatulistiwa. Tapiii.. di tempat wisata ini adalah tempat terjadinya kulminasi matahari. Apa sih itu? Peristiwa ini adalah fenomena alam di mana matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itulah, guys posisi matahari berada tepat di atas kepala kita sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. 

Trus apa yang terjadi? Pada peristiwa kulminasi itulah, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat terkena sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu. 

Tapi nih sayangnya, pas aku ke sana bukanlah waktu yang pas untuk menyaksikan peristiwa itu. Padahal yaa, dikiiitt lagi tuh bisa pas sama waktu kulminasinya. Waktu titik kulminasi itu terjadi setahun dua kali,  antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Nah, diriku datang ke sana tanggal 14 Maret yang lalu plus lagi heboh-hebohnya ada Covid-19 jadi yaaa sudahlah, huhuhuu sediih :(

Spot Foto Instagramable

Eits, tapi jangan sedih. Selain ada peristiwa penting saat titik kulminasi tadi, kita juga bisa kok jalan-jalan di sekitar kompleks bangunan Tugu Khatulistiwa. Banyak spot foto yang menarik dan instagramable loh. Ini nih yang berhasil diriku abadikan.

  • Estetiknya Payung Pelangi
spot payung pelangi

Ketika keluar dari area bangunan Tugu Khatulistiwa, di depannya langsung disuguhi pemandangan lucu dengan payung warna-warni pelangi ini. Lucu, kan?

  • Globe Raksasa
spot globe raksasa


Fasilitas yang Tersedia

Nah, untuk fasilitas yang ada di sini pastinya lengkap guys. Meskipun masih dalam tahap pembangunan di bagian depan yaa, hehe. Tempat parkirnya luas banget guys, muat juga untuk bus-bus pariwisata. Bagaimana dengan tiket masuknya? Tiket masuk sendiri gratis loh. Tapi mungkin untuk sekarang ini karena sudah mulai menjadi tujuan wisata utama akan dikenakan biaya ya.

Lalu, menurut pengelola, kedepannya juga akan ada beberapa wahana baru seperti waterboom dan planetarium. Waaa jadi nggak sabar pingin ke sana lagi :)

Di sana juga terdapat store yang menjual berbagai pernak-pernik dan oleh-oleh khas Pontianak. Pas banget nih buat belanja cenderamata. Oiya, ada juga yang jualan es kelapa muda loh. Apalagi spotnya dekat dengan Sungai Mahakam. Jadi sekalian tuh kadang ada beberapa kapal yang lewat. Ada juga kapal pariwisata yang bisa juga kita tumpangi dengan membayar tiket Rp 8.000- Rp 10.000 saja

Bukan cuma itu, pengunjung juga bisa 'melintasi' garis khatulistiwa yang kemudian mendapatkan sertifikat. Sertifikat ini berjudul 'Piagam Perlintasan Khatulistiwa' itu, tercatat nama serta tanggal dan jam kita melintasi garis khatulistiwa. Wiw, keren kan wkwk

sertifikat pelintasan khatulistiwa

Oke, begitulah sedikit pengalaman travelling singkatku ke Tugu Khatulistiwa beberapa waktu lalu. Nah, boleh nih jikalau kondisi sudah memnungkinkan kita bisa berkunjung ke sana. Tempat ini ramai loh, bisa sampai dikunjungi ribuan orang setiap bulannya. Jadi, yuk siapkan jadwal kita buat travelling sambil berdoa semoga kondisi pandemi segera membaik :)

Terimakasih, semoga bermanfaat buat referensi wisata teman-teman dan keluarga yaa
Wassalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh




Comments